Affiliator Tik Tok
Affiliator Tik Tok

Bagaimana Cara Menjadi Affiliator di Tik Tok?

Affiliator belakangan ini menjadi profesi yang paling banyak digemari oleh semua kalangan. Bagaimana tidak? Affiliator menjanjikan kamu keuntungan 2-10%.

Untuk menjadi affiliator, kamu tak perlu stok barang, kamu tak perlu mengurusi pengiriman barang, cukup promosikan saja produk seller di video konten kamu.

Kamu bisa lihat hasil GMV affiliator saya:

Affiliate Tik Tok
Affiliate Tik Tok

Hanya dengan konten? saya berhasil mendapat GMV sebanyak itu, tanpa mengurus stok sedikitpun.

Pada artikel ini, saya akan membahas apa itu affiliator, bagaimana cara kerjanya, bagaimana cara memaksimalkannya, dan tips winning untuk mempromosikan affiliator kamu.

Apa itu Affiliator?

Affiliator (affiliate marketer / publisher) itu orang yang mempromosikan produk orang lain lewat link khusus. Kalau orang beli lewat link itu, affiliator kebagian komisi.

Intinya: kamu bukan penjual barang, kamu jembatan yang ngarahin pembeli → dapat komisi.

Kalau kita ngobrolin di konteks tik tok, kamu gak perlu repot-repot urusin link produk nya seller, kamu cukup fokus aja untuk konten, dengan syarat, konten kamu sudah menambahkan produk ke etalase akun kamu.

Tapi apa bedanya dengan Reseller?

Singkatnya,

  • Reseller: pegang produk, proses pengiriman, after-sales.
  • Affiliator: nggak pegang produk, cuma promosi + link. Pembayaran komisi setelah ada tindakan (beli/lead) via link.

Lalu, Bagaimana cara mendaftarnya?

Cara untuk mendaftar affiliate di tik tok sebenarnya cukup mudah, kamu cukup memenuhi beberapa syarat berikut;

Syarat Daftar Affiliate TikTok (Indonesia)

1. Akun TikTok Aktif

  • Punya akun TikTok yang masih aktif dan sehat (nggak kena banned/limit).
  • Followers tidak wajib banyak (akun baru pun bisa daftar).

2. Umur Minimal 18 Tahun

  • Sesuai kebijakan TikTok Shop Affiliate, kamu harus berusia 18+.
  • Dibuktikan lewat KTP (untuk WNI).

3. Identitas Diri (KTP/Paspor/SIM)

  • Harus upload dokumen identitas resmi untuk verifikasi.
  • Nama di KTP harus sama dengan nama di rekening/ewallet.

4. Rekening Bank / E-Wallet

  • Rekening bank Indonesia aktif (BCA, BRI, Mandiri, dll).
  • Atau e-wallet (DANA sering dipakai).
  • Wajib sesuai nama KTP (biar nggak gagal verifikasi).

5. Akun TikTok Shop Creator Center

  • Kamu harus daftar ke TikTok Shop Affiliate Program via:
    👉 https://seller.tiktokglobalshop.com → pilih “Sign Up as Affiliate”.
  • Isi data diri, upload dokumen, tambah metode pembayaran.

6. Tidak Perlu Punya Produk Sendiri

  • Bedanya dengan seller, affiliator cuma promosi produk seller lain.
  • Cukup pilih produk dari katalog affiliate yang ada.

Selain itu, untuk mengaktivkan affiliate center di tik tok, kamu juga harus memenuhi beberapa syarat lainnya seperti memenuhi 600 followers, dan mengupload konten dalam 28 hari terakhir

Bagaimana menentukan niche produk kita?

Saat ini, di tik tok tersebar ratusan ribu jenis produk, ratusan ribu seller, tapi bagaimana menentukan jenis produk yang ingin kita jual atau promosikan?

Apakah kita lebih baik menjual semua jenis barang saat menjadi affiliator? atau hanya fokus ke produk tertentu saja?

Hemat saya, silahkan fokus saja pada 1 jenis niche produk, lebih lanjut lagi, untuk affiliator pemula, fokus pada produk dan toko yang memiliki rating toko diatas 4,5.

Alih-alih kamu konsen ke semua jenis produk, saran saya, fokus saja memperbaiki konten-konten kamu agar bisa tersebar ke lebih banyak orang.

Baca Juga: 5 Jenis Video Marketing yang wajib kamu coba

Lalu apakah semua niche produk layak dan bebas kita pilih apa saja?

Hemat saya, fokuslah ke Niche yang banyak penggunanya, bisa mulai dari Makanan, dan Fashion Wanita.

Bagaimana memaksimalkan akun affiliator kamu?

Affiliator tik tok bisa dimaksimalkan dengan berbagai cara, namun, ada cara update terbaru untuk mendapatkan FYP dan penjualan yang lebih maksimal.

Tapi, saran saya, kalau kamu affiliate pemula, fokuslah pada Quantity, dari pada Quality.

Saya menulis di Linkedin kemarin, betapa penting nya soal Quantity konten, kamu bisa membacanya; DISINI

Dimana seringkali, affiliator pemula terlalu egoistis dengan terlalu memaksakan quality, alih-alih konsen pada Quantity yang dihasilkan.

Logikanya begini, jika kamu hanya bisa menghasilkan 1 konten sehari, dan ada affiliator lain yang upload konten sampai 8 dalam sehari, kemungkinan besar konten kamu akan tenggelam di FYP mereka.

Contoh lihat gambar ini:

Affiliator Tik Tok
Affiliator Tik Tok

Contoh adalah akun affiliator Ko Kamseng, kamu bisa melihat dia membuat 8 konten sekaligus, dengan baju yang sama, produk yang sama, dan omset yang didapatkan? Jangan ditanya.

Kalau kamu bertanya bagaimana cara memaksimalkan pendapatan sebagai affiliator? fokus saja produksi konten sebanyak mungkin, tanpa harus terlalu banyak memikirkan ini itu dengan anggapan semakin bagus quality, semakin banyak GMV yang bisa kamu dapatkan.

Kesalahan Umum Affiliator TikTok (dan Affiliate Marketing pada umumnya)

1. Promosi barang random tanpa riset

  • Banyak affiliator asal pilih produk karena lihat komisinya gede, tapi nggak cek kualitas atau sekedar memastikan rating produknya aman.
  • Akibatnya: buyer kecewa, refund tinggi, komisi kamu hangus dan rating akun kamu sendiri menurun.
  • Contoh kongkrit: promosi skincare abal-abal → rating jelek → trust audiens ke kamu hilang.

Solusi: pilih produk dengan rating bagus (≥4,5), sudah banyak terjual, dan sesuai niche audiensmu.

2. Terlalu hard selling (jualan terus)

  • Konten affiliator, sebenarnya tidak masalah jika kamu konsen untuk banyak berjualan, tapi sesekali, kamu juga bisa share hal lain selain jualan, agar apa? agar audiens bisa mengenal kamu jauh lebih dalam, sehingga kepercayaan mereka kepada akun kamu, makin tinggi, dan ber-impact pada penjualan.
  • Akibatnya? audiens ilfeel → sulit kenal, skip, unfollow, bahkan report.
  • Ingat: orang ke TikTok untuk hiburan dulu, baru belanja.

Solusi: kombinasikan edukasi + hiburan + promosi (misalnya: tips + review + storytelling).

3. Fokus hanya pada klik, lupa optimasi konversi

  • Banyak affiliator seneng lihat link diklik, padahal yang dihitung itu penjualan/konversi.
  • Kalau traffic banyak tapi nggak ada sales → percuma.

Solusi:

  • Uji CTA berbeda (“Cek keranjang dibawah” vs “Langsung klik etalase aku”).
  • A/B test beberapa format video → pilih yang paling konversi.
  • Pantau conversion rate (CR) + ATC, bukan cuma view.

4. Nggak cek reputasi seller

  • Kalau seller lambat kirim barang atau produknya zonk → buyer marah → affiliator juga kena reputasi jelek.
  • Contoh kongkrit: ada produk komisinya 50%, tapi ternyata seller sering “stok habis” → buyer batal → kamu nggak dapat komisi.

Solusi: sebelum pilih produk, cek performansi seller (rating, review, chat response, waktu kirim).

5. Nggak transparan (tidak disclose link affiliate)

  • Beberapa affiliator nyelipin link tanpa kasih tahu kalau itu affiliate.
  • Kalau buyer sadar, bisa merasa ditipu → trust drop.

Solusi: selalu tambahin disclaimer kecil: “link ini affiliate, kalau kamu beli aku dapat komisi tanpa biaya tambahan buat kamu.”

6. Nggak konsisten upload konten

  • Upload sekali-dua kali, terus berhenti karena nggak ada sales.
  • Padahal affiliate itu mainnya di konsistensi + trust jangka panjang.

Solusi: target minimal 1 konten per hari atau minimal 3–4 konten per minggu.

7. Promosi produk yang nggak relevan dengan niche

  • Kalau kamu biasanya bikin konten seputar “tips rumah tangga”, terus tiba-tiba promosi “skin booster mahal” → audiens bingung.
  • Engagement drop, algoritma juga males ngangkat kontenmu.

Solusi: stick ke niche. Kalau mau keluar niche, pelan-pelan kasih konteks dulu.

8. Nggak analisis data

  • Banyak affiliator upload asal, nggak pernah cek dashboard → nggak tahu mana konten yang jalan, mana yang buang waktu.

Solusi:

  • Cek metrik: CTR, Conversion Rate, EPC.
  • Fokus scale konten yang sudah terbukti hasil.

9. Terlalu berharap instan

  • Banyak yang pikir baru 2–3 konten langsung harus dapat cuan.
  • Akhirnya frustasi, berhenti.
  • Padahal rata-rata butuh puluhan konten sebelum dapat momentum.

Solusi: gerilya konten dengan upload sebanyak-banyaknya

Next affiliator bagaimana?

Saya sendiri mendapat info A1 dari Tik Tok nya langsung, bahwa kedepannya, keranjang kuning akan dihilangkan, karena nantinya, komisi akan semakin mengecil, dan semakin merugikan (Infonya).

Tapi apakah hal ini menjadikan affiliator menjadi tak worth it?

Hemat saya, selagi affiliator masih memberikan komisi yang masuk akal, fokus saja untuk terus memproduksi konten sebanyak mungkin.

Jika bisa saya simpulkan;

Menjadi affiliator TikTok bisa jadi salah satu pintu masuk terbaik buat siapa pun yang ingin merasakan dunia bisnis online tanpa harus repot memikirkan stok barang, gudang, atau proses pengiriman.

Sistemnya simpel: kamu cukup mendaftar, memilih produk, membuat konten yang menarik, lalu mendapatkan komisi ketika ada orang yang belanja lewat link affiliate-mu.

TikTok memberi peluang besar karena punya basis pengguna yang masif di Indonesia dan algoritma yang bisa bikin konten baru cepat viral.

Artinya, meski kamu baru mulai dan follower masih sedikit, peluang untuk produkmu dilihat ribuan orang tetap terbuka lebar. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa bersaing dengan kreator besar sekalipun.

Tapi perlu diingat, jadi affiliator bukan sekadar asal posting link atau bikin video “beli-beli” tanpa arah. Ada beberapa hal krusial yang menentukan hasil:

  • Pemilihan produk yang relevan dan berkualitas, supaya audiens percaya dengan rekomendasimu.
  • Konsistensi bikin konten dengan storytelling, hook yang kuat, serta CTA jelas, karena di TikTok orang lebih tertarik dengan hiburan dan informasi, bukan jualan langsung.
  • Transparansi dan kejujuran dalam promosi, biar kamu bisa membangun reputasi jangka panjang.

Banyak orang gagal bukan karena sistemnya susah, tapi karena mereka cepat menyerah ketika konten pertama atau kedua belum menghasilkan komisi. Padahal, seperti bisnis pada umumnya, affiliate marketing itu butuh proses, riset, dan konsistensi.

Jadi, kalau kamu ingin mencoba, mulai saja dari hal kecil: daftar akun affiliate, pilih 2–3 produk sesuai minatmu, lalu buat konten singkat yang jujur dan menarik. Evaluasi hasilnya, perbaiki yang kurang, dan terus ulangi sampai kamu menemukan pola yang paling bekerja. Dari sana, hasil akan datang pelan-pelan.

Intinya, menjadi affiliator TikTok bukan jalan cepat kaya mendadak, tapi sebuah peluang bisnis digital yang realistis dan berpotensi besar jika kamu serius menjalaninya. Dengan kerja cerdas, kesabaran, dan kreativitas, siapa tahu affiliate ini bisa jadi sumber penghasilan utama kamu di era digital sekarang.

Daftar Pustaka

Tik Tok: https://seller-id.tokopedia.com/university/home?chain=https%3A%2F%2Fseller.tiktokglobalshop.com%2Fbusiness%2Fid%2Fcreator%3Freferrer%3Dhttps%253A%252F%252Fseller.tiktokglobalshop.com%252Fbusiness%252Fid%252Faffiliate&prev_page_name=tts_portal_creators_page&tab=policy_center&identity=1&content_id=6984307411814160&role=seller

OCBC: https://www.ocbc.id/article/2022/10/13/gmv-adalah

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *