
Pernah nggak sih Rangers upload konten udah capek-capek bikin, tapi yang lihat cuma segelintir orang?
Nah, bisa jadi Rangers belum pakai “jurus” yang satu ini — AISAS. Yuk, kita bongkar satu per satu tahap AISAS dan gimana cara pakainya biar konten Rangers nggak cuma lewat, tapi juga bikin orang berhenti baca, simpan hingga share.
Apa itu Model AISAS

AISAS (Attention – Interest – Search – Action – Share) adalah rumus sederhana tapi ampuh untuk bikin orang notice kontenmu, tertarik, cari tahu lebih lanjut, sampai akhirnya mereka mau share ke orang lain. Strategi ini juga cocok banget buat kreator, UMKM, atau siapa pun yang mau kontennya lebih nempel di hati audiens. Ini dia pembahasannya:
1.Attention
Di media sosial, perhatian orang itu mahal banget — bahkan katanya cuma punya waktu 3 detik sebelum mereka geser ke konten lain.
Makanya, tahap pertama AISAS ini fokus buat nangkap mata audiens.
Caranya?
- Gunakan thumbnail atau visual yang mencolok
- Tulis headline yang bikin penasaran
- Mainkan warna dan kontras biar tampil beda di feed
- Mulai dengan pertanyaan atau fakta mengejutkan
Contoh:
Ubah “Promo Sepatu Baru”, menjadi “Sepatu Ini Bisa Bikin Jalan 5 Km Tetap Nyaman — Kok Bisa?”
Langsung bikin orang berhenti dan klik, kan?
Rangers sudah paham kan, nah agar konten kalian mengikat di 3 detik pertama lakukan langkah ini ya.
Ingat, di dunia media sosial, 3 detik pertama itu ibarat pintu masuk, kalau gagal bikin orang berhenti scroll, mereka nggak akan sempat lihat karya kamu.
2. Interest
Interest itu tahap di mana audiens mulai penasaran dan mau tahu lebih lanjut tentang kontenmu setelah kamu berhasil tarik perhatian mereka di tahap Attention.
Nah, tugas kamu di sini adalah memperdalam rasa penasaran tanpa langsung memberikan semua jawabannya.
Tips untuk Rangers biar bikin audiens betah di tahap Interest:
- Cerita singkat yang relatable, bikin mereka merasa, “Wah, ini aku banget!”
- Gunakan fakta unik atau data menarik, supaya mereka merasa kontenmu punya nilai tambah.
- Tampilkan teaser, berikan sedikit gambaran dari solusi atau manfaat yang akan mereka dapatkan.
Contoh gaya bahasanya:
“Pernah nggak sih kamu bikin konten udah capek-capek, tapi hasilnya sepi like? Mungkin kamu melewatkan satu hal penting ini…”
Baca juga: Lebih Dekat dengan Audiens Lewat Social Listening: Insight dari Ask The Expert #13
3.Search
Search adalah momen ketika audiens mulai mencari tahu lebih banyak tentang apa yang kamu tawarkan. Di sinilah mereka akan ngecek profil kamu, lihat postingan sebelumnya, atau bahkan Googling untuk cari info tambahan.
Tips untuk Rangers memaksimalkan tahap Search:
- Optimalkan bio dan profil Rangers, bio harus jelas, singkat, dan mencerminkan value kamu.
- Gunakan hashtag relevan, supaya kontenmu lebih mudah ditemukan.
- Bikin konten pendukung, seperti highlight stories, carousel, atau video penjelasan yang nyambung dengan topik utama.
4.Action
Inilah tahap krusial, Rangers, ketika audiens benar-benar mengambil keputusan untuk melakukan action. Bisa berupa membeli produk, mendaftar event, mengklik link, atau bahkan mengirimkan DM untuk tahu lebih lanjut. Pada momen ini, semua strategi digital marketing yang kamu jalankan sebelumnya, mulai dari attention, interest, hingga search akan membuahkan hasil. Jika kontenmu relevan, menyentuh kebutuhan, dan memberikan solusi, audiens tidak akan ragu untuk bertindak. Karena itu, selalu sertakan call to action (CTA) yang jelas, singkat, dan persuasif agar konversi bisa maksimal.
Tips untuk Rangers memaksimalkan Action:
- Call To Action (CTA) jelas, “Klik link di bio”, “Beli sekarang”, “Daftar hari ini.”
- Buat prosesnya mudah, kalau mereka butuh 10 klik buat beli, kemungkinan besar mereka batal.
- Gunakan urgensi atau bonus, promo terbatas, hadiah, atau freebie untuk yang cepat ambil aksi.
Contoh:
“Kalau mereka udah percaya, jangan bikin ribet. Satu klik, satu langkah, dan mereka sudah jadi pelanggan setia kamu.”
Ini tahap emas—di mana audiens membagikan pengalaman mereka ke teman, keluarga, atau followers. Inilah momen ketika word of mouth digital bekerja paling efektif. Testimoni, review jujur, atau sekadar unggahan story dari pelanggan bisa menjadi promosi gratis yang jauh lebih kuat daripada iklan. Tahap share ini penting karena semakin banyak orang membicarakan brand-mu, semakin besar pula peluang kepercayaan baru yang tercipta dan meningkatkan loyalitas konsumen.
Tips memaksimalkan Share:
- Berikan pengalaman yang layak dibagikan, seperti packaging unik, hasil memuaskan, atau pelayanan ramah.
- Gunakan campaign hashtag, biar postingan mereka mudah dilacak dan bisa kamu repost.
- Apresiasi setiap yang share, kasih ucapan terima kasih atau repost di akun kamu.
Contoh narasi:
“Bikin mereka nggak tahan buat cerita ke orang lain. Karena promosi terbaik bukan dari iklan, tapi dari mulut ke mulut atau sekarang, dari story ke story.”
Kenapa Penting AISAS di Lakukan
Rangers, sebagai pembuat konten, kalian harus paham bahwa 3 detik pertama adalah penentu apakah audiens akan lanjut menonton atau langsung skip. Di era scroll ini Rangers, perhatian orang itu mahal banget loh Rangers, dan cuma konten yang langsung “nendang” di awal yang bisa bertahan di FYP mereka. Kalau kalian bisa menguasai trik menarik perhatian sejak detik pertama, peluang engagement, like, share, bahkan konversi akan jauh lebih tinggi. Jadi, jangan biarkan ide brilian kalian tenggelam hanya karena pembukaan yang lemah ya Rangers.
Rangers, sekarang kalian sudah paham kan kalau model marketing AISAS bisa jadi kunci buat bikin konten yang bukan cuma dilihat, tapi juga dicari, diikuti, bahkan dibagikan banyak orang. Jika Rangers menerapkan langkah-langkah ini, Rangers bisa lebih mudah membangun kedekatan dengan audiens sekaligus meningkatkan peluang karya Rangers suoaya dikenal lebih luas. Jadi, jangan berhenti di teori aja ya, saatnya praktek langsung di konten kalian! Mulai dari menarik perhatian sampai bikin orang rela share, semua bisa kalian wujudkan. Yuk, coba terapkan AISAS di postingan kalian, siap siap akun Rangers akan berkembang
Belajarsosmed. (2025.). Social Listening Insight dari Ask the Expert #13. https://belajarsosmed.com/social-listening-insight-dari-ask-the-expert-13/
PPM School of Management. (2022). AISAS Model Marketing di Era Digital. PPM School of Management Inspiring Transformation website: https://ppmschool.ac.id/model-marketing-aisas/
Pingback: 5 Jenis Video Marketing yang Wajib Dicoba untuk Bisnis