METODE AISAS
AISAS

AISAS Adalah: Pengertian, Tahapan, dan Penerapannya dalam Social Media Marketing.

METODE AISAS

Pernahkah kamu sebagai sosmed specialist, merasa bingung; “kira-kira, bagaimana mengukur journey dari audiens yang menonton konten dan akun kita?”

Kalau kamu masih kebingungan bagaimana mengukurnya, maka jangan khawatir.

Yang kamu butuhkan hanyalah pola untuk menilai bagaimana audiens berinteraksi dengan akunmu. Model yang kerap digunakan, biasanya dikenal dengan nama; AISAS.

AISAS adalah model marketing yang sangat fleksibel, karena bisa digunakan untuk kebutuhan social media, maupun teknik marketing lainnya, bahkan, merambah ke sales.

Kalau kamu masih belum memahami, apa itu AISAS, dan bagaimana menggunakannya, tenang saja, karena belajarsosmed.com akan membahas dengan lengkap dan detail, sehingga, setelah kamu membaca ini, kamu bisa langsung mempraktikkannya.

Apa itu AISAS?

AISAS adalah model perilaku konsumen dalam pemasaran digital yang menggambarkan tahapan interaksi audiens terhadap suatu merek atau produk, mulai dari Attention, Interest, Search, Action, hingga Share.

Model ini dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana konsumen di era internet tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif mencari informasi dan membagikan pengalaman mereka kepada orang lain sebelum dan sesudah melakukan keputusan.

Menurut The Dentsu Way (Sugiyama & Andree, 2011), model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) dikembangkan oleh Dentsu Inc. sebagai model perilaku konsumen yang lebih sesuai di era digital, menggantikan model AIDMA tradisional dengan menambahkan fase Search dan Share dalam perjalanan konsumen.

Baca juga: Content pillar Sudah Tidak Berguna? Yuk Kenali Bagaimana Menyusun Pillar Content dengan Mudah.

AISAS penting dalam konteks social media karena menggambarkan bagaimana pengguna berinteraksi dengan konten sebelum dan sesudah mengambil suatu tindakan. Di media sosial, pengguna tidak hanya sekadar melihat konten, tetapi juga merespons secara aktif melalui pencarian informasi lanjutan, interaksi, dan perilaku berbagi pengalaman.

Tahapan AISAS dan Penjelasannya;

Setelah mengetahui, definisi dan asal usulnya, mari kita coba memperdalam, bagaimana alur AISAS berjalan;

Attention

Attention merupakan tahap awal ketika pengguna pertama kali terpapar suatu konten. Di media sosial, tahap ini terjadi saat konten muncul di lini masa pengguna dan berhasil menarik perhatian mereka.

Perhatian biasanya dipicu oleh elemen visual, judul, atau pembuka yang relevan dengan pengalaman pengguna. Tanpa perhatian, konten cenderung terlewat begitu saja di tengah arus informasi yang padat.

Interest

Setelah perhatian tercipta, tahap selanjutnya adalah interest atau ketertarikan. Pada tahap ini, pengguna mulai merasa bahwa konten tersebut relevan atau menarik bagi mereka.

Di media sosial, ketertarikan dibangun melalui narasi, storytelling, atau penyampaian pesan yang sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan audiens. Konten yang mampu membangun interest akan mendorong pengguna untuk membaca, menonton, atau berinteraksi lebih lanjut.

Search

Search merupakan tahap penting dalam model AISAS. Setelah tertarik, pengguna cenderung mencari informasi tambahan untuk memastikan kebenaran, kredibilitas, atau detail lebih lanjut dari konten yang mereka lihat.

Dalam konteks media sosial, pencarian ini tidak selalu dilakukan di mesin pencari, tetapi juga melalui fitur pencarian platform, melihat komentar, membaca ulasan, atau mengecek unggahan lain yang membahas topik serupa. Tahap ini menunjukkan bahwa pengguna bersikap aktif dan kritis terhadap informasi yang mereka terima.

Action

Action adalah tahap ketika pengguna mengambil tindakan setelah memperoleh informasi yang cukup. Tindakan ini tidak selalu berupa pembelian, tetapi bisa berupa mengikuti akun, menyimpan konten, memberikan komentar, atau menghubungi pihak terkait.

Di media sosial, action sering kali dipengaruhi oleh kejelasan ajakan yang disampaikan dalam konten, serta tingkat kepercayaan yang terbentuk dari proses pencarian sebelumnya.

Share

Share merupakan tahap akhir yang membedakan AISAS dari model sebelumnya. Setelah melakukan tindakan, pengguna berpotensi membagikan pengalaman atau pendapat mereka kepada orang lain.

Aktivitas berbagi ini bisa berupa komentar, unggahan ulang, testimoni, atau cerita pribadi. Dalam media sosial, tahap share memiliki dampak jangka panjang karena dapat memperluas jangkauan konten secara organik dan memengaruhi perhatian serta minat pengguna lain.

Kelebihan dan Kekurangan Model AISAS

Keunggulan dari metode AISAS ini, bisa membantu social media specialist, selain dari dapat melakukan tracking pada akunnya, juga dapat membantu efektifitas dari social media itu sendiri. Karena dengan menggunakan AISAS, maka strategi yang digunakan, akan jauh lebih efektif, dan tepat.

Efek dari AISAS ini juga telah diteliti oleh Putri & Azhar (2025), dimana mereka meneliti pada brand Kemaiu Haircare, Berdasarkan studi pada akun Kemaiu Haircare, penerapan AISAS pada konten media sosial terbukti meningkatkan keterlibatan pengguna dari tahap attention hingga share, serta memperkuat posisi merek di platform digital

Bahkan, Putra, dkk di 2025, menggunakan model AISAS untuk menganalisis strategi pemasaran di konten TikTok (@as_carbon), di mana ternyata, tahapan AISAS membantu memahami perilaku user dari perhatian hingga pembelian dan berbagi.

Berikut kutipan hasilnya;

AISAS RESEARCH
Result study from Putra Dkk

Tapi, apakah AISAS ini adalah model terbaik untuk dipraktikan di social media?

Tentu saja setiap model memiliki kelebihan, dan kekurangannya sendiri.

Meskipun AISAS relevan untuk memahami perilaku pengguna media sosial, model ini memiliki keterbatasan. AISAS cenderung bersifat linear, sementara perilaku pengguna media sosial sering kali tidak mengikuti urutan yang kaku.

Selain itu, faktor emosi, algoritma platform, serta kemungkinan terjadinya berbagi pengalaman negatif belum sepenuhnya terakomodasi dalam model AISAS.

Pada praktiknya, AISAS terlalu memaksakan paternnya ada di tahapan;

Attention → Interest → Search → Action → Share

Dimana sekarang ini, social media, tidak selalu berputar, dari interest, berubah ke search, sangat mungkin sekali, bahwa setelah tahap attention, mereka langsung melakukan action.

Social Media Specialist, harus memahami, bahwa perubahan diaudiens, terjadi begitu cepat dan dinamis. Paling tidak, teman-teman social media, harus bisa mengerti fundamental audiens terlebih dahulu, agar lebih bisa mengantisipasi setiap patern dari audiens.

Baca juga: Tik Tok menjadi New Search Engine, Bagaimana Konten Kreator Harus Menyikapinya?

Kapan dan Bagaimana Memulai Menerapkan AISAS?

Kapan dan Bagaimana Memulai Menerapkan AISAS?

Model AISAS tidak selalu harus diterapkan dalam setiap jenis konten atau aktivitas media sosial. Oleh karena itu, penting untuk memahami kapan AISAS relevan digunakan dan bagaimana cara memulainya secara bertahap.

Kapan AISAS Perlu Diterapkan?

AISAS paling relevan diterapkan ketika konten media sosial bertujuan untuk membangun pemahaman, kepercayaan, atau interaksi berkelanjutan dengan audiens. Model ini cocok digunakan pada konten edukatif, informatif, atau konten yang membutuhkan pertimbangan sebelum pengguna mengambil tindakan.

AISAS juga tepat digunakan ketika audiens cenderung melakukan pencarian informasi tambahan, seperti membaca komentar, melihat konten serupa, atau mengecek sumber lain sebelum merespons. Dalam kondisi ini, AISAS membantu memetakan perilaku audiens dari paparan awal hingga aktivitas berbagi pengalaman.

Bagaimana Cara Memulai Menerapkan AISAS di Social Media?

Langkah awal dalam menerapkan AISAS di media sosial adalah memahami tujuan konten dan perilaku audiens. Konten perlu dirancang untuk menarik perhatian dan membangun ketertarikan melalui visual dan pesan yang relevan. Setelah itu, pastikan informasi yang disajikan cukup jelas untuk mendorong audiens mencari tahu lebih lanjut tanpa menimbulkan kebingungan.

Selanjutnya, sediakan jalur yang memudahkan audiens untuk mengambil tindakan, seperti mengikuti akun, menyimpan konten, atau berinteraksi melalui komentar. Terakhir, dorong aktivitas berbagi dengan menciptakan konten yang bernilai, mudah dipahami, dan relevan dengan pengalaman audiens, sehingga mereka terdorong untuk membagikannya secara alami.

Contoh Penerapan AISAS di Social Media (Studi Kasus)

Saya paham, kalau tanpa contoh, biasanya akan lebih sulit untuk dipahami.

Saya akan coba buatkan contoh untuk kamu, agar bisa jauh lebih memahaminya;

Tahap AISASContoh Aktivitas di Social Media
AttentionKonten video pendek dengan hook visual yang kuat, seperti menampilkan kondisi kulit bermasalah disertai teks pembuka yang relevan dengan masalah audiens.

“Pada tahap ini, konteks kamu sebagai social media specialist, adalah memancing atensi audiens, dengan membuat konten”
InterestPenjelasan singkat mengenai penyebab masalah kulit dan gambaran solusi yang mudah dipahami, disampaikan melalui narasi atau caption.

“Ditahap ini, setelah mendapatkan atensi, kamu harus bisa memancing audiens, untuk tertarik dengan produkmu”
SearchAudiens mulai membaca kolom komentar, mencari akun lain yang membahas topik serupa, atau menggunakan fitur pencarian untuk menemukan ulasan tambahan.

“Ditahap ini, tugasmu sebagai sosmed specialist, sudah selesai, selanjutnya kamu perlu berkoordinasi dengan tim marketing, untuk memanfaatkan data”
ActionPengguna mengikuti akun, menyimpan konten, memberikan komentar, atau mengklik tautan yang disediakan untuk mempelajari informasi lebih lanjut.
ShareKonten dibagikan ulang ke story, direkomendasikan ke teman, atau dijadikan rujukan dalam diskusi di kolom komentar.

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa social media berperan sebagai titik awal perhatian dan ketertarikan, namun keputusan pengguna tidak berhenti pada konsumsi konten saja.

Pengguna cenderung melakukan pencarian tambahan sebelum mengambil tindakan, serta membagikan pengalaman mereka setelah berinteraksi dengan konten.

Alur ini menunjukkan bahwa AISAS dapat digunakan untuk memetakan perilaku pengguna social media secara lebih komprehensif.

Kesimpulan

AISAS merupakan model perilaku konsumen yang relevan untuk memahami bagaimana pengguna berinteraksi dengan konten di social media. Model ini menekankan bahwa pengguna tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga aktif mencari informasi tambahan, mengambil tindakan, serta membagikan pengalaman mereka kepada orang lain.

Dalam konteks social media, AISAS membantu memetakan alur interaksi pengguna mulai dari perhatian awal terhadap konten, ketertarikan terhadap pesan yang disampaikan, hingga perilaku pencarian, interaksi, dan berbagi.

Melalui pemahaman ini, AISAS dapat digunakan sebagai kerangka berpikir untuk mengevaluasi efektivitas konten media sosial, bukan sebagai aturan baku yang harus diterapkan secara kaku.

Meskipun memiliki keterbatasan, seperti sifatnya yang cenderung linear dan belum sepenuhnya mempertimbangkan faktor algoritma serta emosi spontan pengguna, AISAS tetap relevan sebagai alat konseptual.

Dengan penyesuaian terhadap karakteristik platform dan perilaku audiens, model AISAS dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan pengguna di media sosial.

Daftar Pustaka

Sugiyama, K., & Andree, T. (2011). The Dentsu Way: Secrets of Cross Switch Marketing from the World’s Most Innovative Advertising Agency. New York: McGraw-Hill.

Dentsu Inc. (2004). AISAS: Consumer Behavior Model in the Internet Age. Tokyo: Dentsu.

Putri, A., & Azhar, M. (2025). Analisis Strategi Promosi Online Berdasarkan Model AISAS dalam Meningkatkan Penjualan Produk. RIGGS Journal.
https://journal.ilmudata.co.id/index.php/RIGGS/article/view/4180

Penulis

  • Muhamad Rafli Aprilianto

    Hai, gue Muhamad Rafli Aptrilianto.
    Sekarang gue aktif sebagai Digital Marketing Specialist dengan niche di social media & content marketing.

    Selama perjalanan gue, gue udah:

    - Bangun 13K+ followers di LinkedIn lewat sharing konten digital marketing setiap hari.
    - Jadi Social Media Intern di Growlab, bikin 90+ konten dengan capaian 30K reach & 40K impressions.
    - Jadi social media lead di Growlab, dimana gue berhasil dapetin 50M akumulasi video dan handle 30 akun sosmed di berbagai brand

    - Pernah jadi KOL Specialist, handle kolaborasi influencer dari micro sampe mega.
    - Punya sertifikasi Digital Marketing BNSP ✅.
    - Jadi pembicara di webinar SEO & Social Media Strategy (Dewatalks, 2025).
    - Jalanin blog belajarsosmed.com & brand “Si Paling Digital Marketing”, tempat gue bikin template dan sharing tools buat bantu UMKM serta marketer pemula.

13 Comments

  1. Hi! I know this is somewhat off topic but I was wondering which blog platform are you using for this website? I’m getting fed up of WordPress because I’ve had problems with hackers and I’m looking at alternatives for another platform. I would be great if you could point me in the direction of a good platform.

  2. Great remarkable things here. I am very happy to look your article. Thank you so much and i am looking forward to touch you. Will you kindly drop me a e-mail?

  3. Awsome info and right to the point. I am not sure if this is truly the best place to ask but do you folks have any thoughts on where to employ some professional writers? Thx 🙂

  4. I am curious to find out what blog platform you’re using? I’m experiencing some minor security issues with my latest blog and I would like to find something more safeguarded. Do you have any recommendations?

  5. This blog is definitely rather handy since I’m at the moment creating an internet floral website – although I am only starting out therefore it’s really fairly small, nothing like this site. Can link to a few of the posts here as they are quite. Thanks much. Zoey Olsen

  6. Good write-up, I am regular visitor of one?¦s web site, maintain up the nice operate, and It is going to be a regular visitor for a long time.

  7. I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

  8. Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *