Update TikTok
Update TikTok

Update Kebijakan Tik Tok Affiliator 19 Januari 2026: Batas Posting Konten dan Dampaknya bagi Affiliator

Setelah sekian lama, akhirnya TikTok melakukan update untuk kebijakan konten Affiliator.

Kebijakan ini, baru diperbaharui per 8 Januari 2026, dan menyangkut mengenai batasan posting konten untuk konten berkeranjang kuning.

Kebijakan Affiliator ini sudah selesai di update, dan dapat kamu baca di Seller Center TikTok langsung.

Kebijakan Tik Tok
Kebijakan Tik Tok

Apa yang harus Affiliator TikTok Lakukan Setelah Kebijakan 19 Januari ini?

Kebijakan ini, memungkinkan kamu sebagai affiliate, akan makin sulit untuk meng-eksekusi konten, dan mungkin diperlukan effort yang lebih ekstra, agar dapat terhindar dari poin pelanggarannya nanti.

Kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa TikTok mulai mendorong ekosistem affiliator yang lebih berkelanjutan. Bukan sekadar mengejar volume dan viralitas sesaat, tetapi membangun hubungan jangka panjang antara kreator, produk, dan audiens yang benar-benar relevan.

Untuk itu, mari kita bahas lebih dalam;

Overview Kebijakan TikTok 19 Januari;

Jika kamu membacanya dengan baik, TikTok ini mencoba untuk membatasi praktik konten brutal.

Dimana, banyak sekali affiliator yang spam upload video, mulai dari lima video, sepuluh video, bahkan sampai terakhir, saya mendengarnya sendiri, dari komunitas Growlab, ada yang upload sampai lima puluh video dalam sehari. Waw.

Kamu bisa bayangkan, seberapa low quality dari konten-konten tersebut, dan seberapa menganggunya video mereka untuk FYP kamu.

Kebijakan TikTok sekarang mencoba untuk merapihkan sistemnya, dimana seperti yang kita tahu, TikTok ini, selalu me-mention seberapa penting kesenangan pengguna, saat mengunakan aplikasinya.

Singkatnya, setelah kebijakan TikTok ini, jika kamu sebagai affiliator meng-upload konten lebih dari lima, dan mendapat engagement yang rendah, maka kamu bisa mendapatkan batasan konten.

Apa itu batasan konten?

Singkatnya, akunmu akan sulit untuk mendapatkan views kedepannya, dan setelah kebijakan 19 januari ini berjalan, kamu mungkin hanya bisa meng-upload 7 konten saja dalam seminggu. Lebih parah lagi, videomu tidak akan bisa mendapatkan tautan keranjang kuning.

Bagaimana Kriteria Konten yang Kurang Interaktif ini?

Bagian terpenting dari update kebijakan ini adalah; “konten seperti apa yang dianggap kurang interaktif?”

TikTok sendiri sudah menegaskan dalam artikelnya, bahwa konten yang kurang interaktif itu adalah konten  seperti gambar diam, slide penuh teks, atau tampilan berputar.

TikTok juga menyarankan dengan tegas bahwa kamu harus selalu terlihat di kamera dan aktif berinteraksi dengan penonton.

Artinya, untuk affiliator, sudah masuk diera dimana konten yang hanya menampilkan produk, atau shoot video saja, sudah dianggap tak relevan lagi. Dan besar kemungkinan untuk terkena ban akan jauh lebih tinggi.

Lalu pertanyaannya; “Apakah untuk kedepannya, konten harus menampilkan wajah?”

Jawaban saya singkat; “Ya” , karena TikTok selalu terus memastikan untuk konten affiliator, harus terus bisa memberikan manfaat bagi pengguna, dengan tanpa melakukan spam yang tak berarti.

Baca Juga: Memahami Perbedaan KOL, Affiliator, dan Influencer dalam Strategi Media Sosial.

Apa yang harus Affiliator lakukan kedepannya?

Setelah membaca dengan seksama, berdiskusi dengan para praktisi affiliator, saran saya adalah; “segeralah untuk belajar bagaimana membuat konten yang sedikit lebih interaktif”.

Konten kamu tak perlu dengan editan yang spesial, atau dengan animasi yang terlalu berlebihan, cukup muncul saja depan kamera, dan jelaskan produknya secara langsung, dan bila bisa, gunakan produk itu didepan kamera.

Karena konten yang menunjukan produk di kamera, dan terutama cara penggunaannya, TikTok menganggap konten demikian sangat informatif, sehingga direkomendasikan kamu untuk mengikutinya.

Kesimpulan

Untuk para affiliator, maupun praktisi social media specialist, kebijakan ini bukan tanda bahwa TikTok ini tirani. Akan tetapi, dibuat khusus agar ekosistem konten yang ada di TikTok jauh lebih terjaga dari spamming tak bermanfaat.

Lagi pula, alih-alih kamu spam video, hanya demi iming-iming akan memiliki potensi mendapati GMV yang tinggi, lebih baik kamu fokus saja pada kualitas, buat namamu terkenal, dan mendapat pelanggan loyalmu sendiri.

Bangun reputasimu, ciptakan konten informatif, dan interaktif, dan ciptakan pasarmu sendiri.

Daftar Pustaka

TikTok Seller Center (2026). Mulai 19 Jan – Batas Posting Konten Baru untuk Konten Kurang Interaktif. https://seller-id.tokopedia.com/university/essay knowledge_id=1289964759451393&role=1&identity=2&lang=id-ID


Penulis

  • Muhamad Rafli Aprilianto

    Hai, gue Muhamad Rafli Aptrilianto.
    Sekarang gue aktif sebagai Digital Marketing Specialist dengan niche di social media & content marketing.

    Selama perjalanan gue, gue udah:

    - Bangun 13K+ followers di LinkedIn lewat sharing konten digital marketing setiap hari.
    - Jadi Social Media Intern di Growlab, bikin 90+ konten dengan capaian 30K reach & 40K impressions.
    - Jadi social media lead di Growlab, dimana gue berhasil dapetin 50M akumulasi video dan handle 30 akun sosmed di berbagai brand

    - Pernah jadi KOL Specialist, handle kolaborasi influencer dari micro sampe mega.
    - Punya sertifikasi Digital Marketing BNSP ✅.
    - Jadi pembicara di webinar SEO & Social Media Strategy (Dewatalks, 2025).
    - Jalanin blog belajarsosmed.com & brand “Si Paling Digital Marketing”, tempat gue bikin template dan sharing tools buat bantu UMKM serta marketer pemula.

2 Comments

  1. Achim

    Kak kalo review produk tanpa muka tapi kita menjelaskan manfaat atau spesifikasi dengan baik apakah tetap kena pelanggaran…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *